Halaltoday.id, Kulon Progo- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mempercepat sertifikasi halal produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di 1.500 desa wisata seluruh Indonesia.
Hingga akhir Mei 2026, kerja sama lembaga tersebut telah menerbitkan puluhan ribu sertifikat halal guna mendongkrak kualitas pariwisata nasional.
“Kolaborasi ini telah menghasilkan 31.548 sertifikat halal di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau penyerahan sertifikasi halal di Desa Wisata Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Minggu.
Dalam kunjungan kerja bersama Kepala BPJPH Haikal Hasan tersebut, ia menjelaskan bahwa program akselerasi ini merupakan langkah konkret untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.
Program sinergi ini telah berjalan sejak Juli 2025 melalui proyek percontohan di 20 desa wisata.
Baca juga: BCA Gelar Workshop Sertifikasi Halal untuk UMKM
Melihat dampak positif yang ada, program kemudian semakin melebar secara signifikan sejak akhir 2025 hingga menjangkau 1.500 desa wisata di berbagai daerah.
Kemenpar juga menyampaikan apresiasi kepada BPJPH, pemerintah daerah, pengelola desa wisata, serta para pelaku UMKM yang terus berkomitmen mendukung program ini.
“Ke depan, sinergi lintas sektor ini akan terus diperkuat agar desa-desa wisata di Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas,” katanya.
Baca juga: Pemkab Kulon Progo berpacu manfaatkan kuota Sertifikasi Halal Gratis
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengucapkan terima kasih atas sertifikasi produk halal bagi UMKM di Kulon Progo.
Menurut dia, sertifikat halal menguatkan kepercayaan para wisatawan untuk merasakan kenyamanan bahwa apapun makanan yang tersedia dan cara makan, yakni cara membuat makanan tersebut memang sudah halal.
“Ini akan banyak nanti menimbulkan kepercayaan dan kelangsungan banyaknya wisatawan yang akan hadir ke destinasi-destinasi wisata di Kulon Progo dan DIY,” katanya.
source: Kemenpar



