Halaltoday.id, Jakarta- Jaminan halal tidak hanya menjadi fokus utama industri F&B saja, tapi hampir semua industri di berbagai sektor bisnis sudah menjadikan halal sebagai bagian dari nilai bisnis yang perlu dimiliki sebuah perusahaan bila ingin dipercaya konsumennya.
Nah JNE, salah satu perusahaan jasa kurir ternama sadar akan nilai bisnis tersebut. Merek kebanggaan Indonesia inipun menjadi jasa kurir pertama yang mendapatkan sertifikat halal untuk layanan logistik dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Dengan menggenggam sertifikat halal, JNE ingin membuktikan komitmennya sebagai jasa kurir dengan layanan terbaik, dan memastikan proses pengiriman dijalankan sesuai prinsip halal.
Sebagai jasa kurir ternama, JNE sadar akan perubahan perilaku konsumen yang makin serba digital dan juga semakin peduli halal. Sehingga bagi JNE layanan kecepatan dan transparansi pengiriman bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan prasyarat. Di kota-kota besar, pelanggan ingin barang penting tiba dalam hitungan jam, dengan kepastian posisi paket setiap detik.
Di tengah tekanan itu, JNE memilih menjawab lewat inovasi digital yang menata ulang cara perusahaan ini melayani pelanggan ritel ataupun pelaku usaha kecil.
Salah satu inisiatifnya adalah menghadirkan Roket Indonesia yaitu layanan kurir instan berbasis aplikasi. Inisiatif ini menjadi salah satu proyek yang diajukan JNE dalam ajang Indonesia Best Digital Innovation (IBDI) 2025, sekaligus menjadi cerminan arah transformasi perusahaan jasa pengiriman terbesar di Indonesia itu.
Roket Indonesia dirancang untuk menjawab tiga kebutuhan utama pelanggan: pengiriman ekstra cepat untuk barang yang sensitif waktu, visibilitas penuh atas pergerakan paket melalui pelacakan real-time, serta kemampuan multi-drop dalam satu kali perjalanan. Fitur-fitur tersebut menyasar kebutuhan pelanggan individu dan pelaku UMKM yang ingin distribusi lebih efisien tanpa harus mengorbankan kendali atas rantai pasoknya.
Di balik kelahiran Roket Indonesia, JNE melihat dinamika industri yang bergerak cepat. Pertumbuhan pesat e-commerce dan meningkatnya jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan platform online menciptakan lonjakan permintaan distribusi barang di seluruh Indonesia.
Di saat yang sama, berbagai program pembangunan infrastruktur logistik nasional membuka peluang baru. Bandara, pelabuhan, jalan tol, dan pusat logistik terintegrasi yang terus bermunculan membuat biaya dan waktu pengiriman relatif lebih kompetitif.
Bagi JNE, momentum ini harus direspons dengan modernisasi sistem yang memungkinkan perusahaan bergerak secepat perubahan perilaku konsumen. Dan, kunci modernisasi tersebut adalah kemampuan analitik.



