Halaltoday.id, Jakarta- Tren populis tentang halal kini sudah semakin menjangkau seluruh wilayah tak terkecuali kawasan elit Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2).
Terbaru, kawasan mewah ini baru saja menyajikan pesona yang berbeda melalui kemeriahan ajang Indonesia Halal Brands & Food (IHBF) Expo 2026 pada 29-31 Mei 2026 kemarin di Hall 8, Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Mengusung kolaborasi Kemenag, BPJPH, Kadin Indonesia, dan DARE Indonesia, pameran ini menjadi etalase megah yang membuktikan bahwa halal kini telah menjelma menjadi budaya global lintas sekat, menjaring dukungan penuh dari berbagai lini, termasuk Menteri Agama dan Pengusaha Nasional Sandiaga Uno yang turut mendorong ekosistem halal Indonesia.
Baca juga: Luar Biasa, Kontribusi Industri Halal Indonesia Capai 27% Terhadap PDB Nasional
Kehadiran IHBF di PIK 2 membawa ambiens kebangkitan yang inklusif. Menteri Agama menyoroti fenomena menarik ini sebagai wujud nyata sinergi harmonis antarumat beragama di Indonesia.
“Sekarang ini halal seperti menjadi budaya khusus, banyak yang tanya dan mencari, terlebih di kawasan PIK ini,” ujar Menag Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dengan bangga.
Antuasiasme industri halal
Terdapat sebanyak 75 stand UMKM halal menghadirkan ragam inovasi mulai dari sektor fashion, food and beverage, merchandise lokal, hingga kehadiran Financial Technology (Fintech) syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BSN.
Selain itu, deretan UMKM mitra binaan BUMN seperti PLN, PT ANTAM, dan Pegadaian, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah turut hadir oleh UMKM Pemprov Jawa Tengah dan Dinas Koperasi Kota Semarang.
Menag kembali menegaskan bahwa pengembangan halal lifestyle harus berjalan pada dua rel utama: scope (kesemarakan/eksposur) dan force (penghayatan/pendalaman).
Keberadaan 75 stan ini adalah scope yang brilian dan harus ada force yang kuat. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak semata mencari pundi-pundi rupiah.

“Mari kita jangan hanya (mencari keuntungan dari) transaksi jual beli, tapi kita kampanyekan keislaman. Ini adalah bentuk jihad, usaha sungguh-sungguh untuk mengangkat nama Allah,” tegasnya.
Ambisi pemerintah tidak main-main. Dari sekadar pasar konsumtif, Indonesia ditargetkan menjadi negara produsen produk halal nomor satu (the top one) di dunia. IHBF Expo bisa menjadi momentum untuk meng-upgrade kesadaran yang ibarat buih tersebut menjadi ombak kekuatan ekonomi umat.
Acara ini adalah fondasi edukasi bagi generasi muda sekaligus pegiat ekosistem halal serta panggung unjuk gigi bahwa sebagai “the biggest muslim country in the world”.



