Halaltoday.id, Jakarta- Di industri farmasi nama PT Konimex sudah kesohor sebagai pemain farmasi yang menelurkan merek-merek ternama. Perusahaan ini belakangan tidak menyediakan berbagai produk obat saja, namun juga makanan ringan.
Produk-produk dari PT Konimex juga mudah ditemukan di mana saja. Sebut saja Nano Nano, Konodin, Konicare, Choco Manis, Get Gitu, Frozz, Hexos, EsterC, HolistiCare, Termorex, Neo Napacin, Inzana, Paramex dan berbagai merek lainnya.
Produk-produk PT Konimex mudah diperoleh masyarakat di mana saja karena adanya PT Marga Nusantara Jaya yang memiliki tanggung jawab dalam memasarkan produk Konimex dengan merata dari tingkat grosir, pasar tradisional, pengecer, toko obat, apotek, hingga semua jenis pasar swalayan di semua kota di Indonesia.
Selain mudah didapat kualitas produk yang dihadirkan Konimex terjamin, dengan harga terjangkau. Harga yang dibayarkan sepadan jika dibandingkan dengan mutu dan nilai lebih produk.
Dalam setiap produk-produk yang dibuatnya, PT Konimex selalu mengutamakan mutu dan berusaha menambahkan nilai pakai bagi mereka yang menggunakannya.
Keunikan inilah yang menjadi faktor pembeda produk Konimex, yang mendapat pengakuan dan apresiasi melalui berbagai penghargaan seperti Top Brand, Excellence Brand Award, Word of Mouth Marketing (WOMM) Award Indonesia Best Brand Award, Indonesia Original Brand Award, dan WOW Brand Award.
Nah, salah satu merek Konimex yang tetap relevan dan terus terjaga eksistensinya adalah Paramex. Untuk memaintain brand ini PT Konimex menggunakan metode TOWS: Threat, Opportunity, Weakness, & Strength, sebagai peranti untuk mengidentifikasi peluang dan kekuatan, serta mengatasi kelemahan dan ancaman dalam meningkatkan ekuitas Paramex di era digital.
Perubahan perilaku konsumen di era digital ini memicu perusahaan untuk membangun komunikasi dua arah di platform digital dan konvesional, yakni situs cepatparamex.com, Facebook @cepatparamex, Instagram @cepat_paramex, layanan konsumen melalui sambungan telepon, serta menggunakan influencer
Penggunaan influencer oleh perusahaan, bukan tanpa perhitungan. Konimex memilih influencer yang profil dan pengikut (follower)-nya sesuai dengan target konsumen Paramex, yakni berusia muda atau berasal dari kalangan milenial. Konten yang dikreasikannya pun disesuaikan.
Dalam menggenjot citra merek Paramex di ranah digital itu, Konimex selektif memilih medsos yang sesuai dengan strategi yang ditetapkan dan menyusun alokasi media bauran yang efektif serta efisien. Tujuannya, agar pesan yang dikomunikasikan di konten mengenai Paramex ini selaras dengan profil audiens yang ditargetkan, seperti anak-anak muda.
Guna memuluskan strategi ini, Konimex memiliki tim untuk meningkatkan dan memelihara ekuitas brand Paramex.
Brand Paramex semakin berkembang di segmen analgesic dan cold remedies. Ini mencakup merek Paramex untuk sakit kepala, merek Paramex Nyeri Otot untuk nyeri otot dan sendi, serta Paramex Flu & Batuk. Semua varian mengalami pertumbuhan penjualan. Paramex untuk sakit kepala dan Paramex Flu & Batuk tumbuh single digit di tengah pasar yang minus growth. Paramex Nyeri Otot sebagai pemain baru di kategori nyeri otot, kinerja brand-nya sangat baik.



